BENGKAYANG — KSP CU Pancur Kasih terus membuktikan komitmen nyata dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi anggotanya. Tidak hanya berfokus pada layanan simpan pinjam, CU Pancur Kasih aktif menggerakkan program pemberdayaan melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Sebagai wujud nyata dari program kerja bidang pemberdayaan terkait Pendampingan kepada Anggota melalui Lahan Percontohan, KSP CU Pancur Kasih menyelenggarakan kegiatan Studi Banding Panen Raya Tomat. Kegiatan inspiratif ini mengusung tema:
"Belajar, Berbagi, dan Mengembangkan Usaha Hortikultura untuk Memperkuat Kemandirian Ekonomi Anggota."

Waktu, Lokasi, dan Narasumber Kegiatan
Kegiatan yang sarat akan ilmu praktis ini diselenggarakan pada:
-
Hari/Tanggal: Jumat, 9 Oktober 2026
-
Tempat: Dusun Paket D, Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
-
Narasumber / Pengelola Lahan: Bapak Adi (Anggota Komite Pemberdayaan sekaligus pelaku usaha hortikultura sukses yang mengelola langsung lahan percontohan ini)
Mengenal Lebih Dekat Narasumber: Bapak Adi
Dalam kegiatan ini, Bapak Adi hadir langsung sebagai narasumber utama dan figur inspiratif. Sebagai anggota Komite Pemberdayaan yang sukses mengelola lahan hortikultura di Dusun Paket D, Kecamatan Tujuh Belas, beliau membagikan kisah sukses, pengalaman riil di lapangan, hingga kiat-kiat praktis dalam mengatasi berbagai tantangan bertani kepada para anggota CU yang hadir.
Mengapa Sektor Hortikultura? (Latar Belakang)
Sektor hortikultura, khususnya komoditas tomat, menyimpan peluang emas yang sangat menjanjikan sebagai sumber pendapatan keluarga. Namun, kesuksesan ini tentu tidak datang secara instan. Dibutuhkan pemahaman yang komprehensif mulai dari pemilihan komoditas, pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga strategi pemasaran yang jitu.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak sekadar melakukan kunjungan lapangan biasa. Ini adalah ruang belajar langsung (learning by doing), di mana anggota dapat melihat kesuksesan di depan mata, berdiskusi secara interaktif dengan narasumber dan sesama anggota pelaku usaha, serta memetakan peluang dan tantangan untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
Siapa Saja Pesertanya?
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para anggota KSP CU Pancur Kasih yang memiliki minat kuat atau sedang merintis usaha di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, maupun sektor produktif lainnya. Para peserta merupakan figur-figur yang memiliki lahan potensial, komitmen tinggi, dan siap mengambil langkah nyata untuk mentransformasikan ilmu yang didapat demi kemajuan ekonomi keluarga.
Fokus Studi Banding: Belajar dari Hulu hingga Hilir
Agar ilmu yang diperoleh benar-benar aplikatif, peserta diajak mendalami sembilan pilar penting dalam pengelolaan usaha hortikultura bersama narasumber:
-
Pemilihan Komoditas: Memahami alasan di balik pemilihan jenis tanaman dan kesesuaiannya dengan kondisi pasar serta lahan.
-
Persiapan & Pengelolaan Lahan: Mengamati langsung teknik pengolahan tanah, pembuatan bedengan, pengaturan jarak tanam, pengelolaan air, hingga penggunaan pupuk.
-
Pembibitan & Penanaman: Belajar teknik seleksi benih unggul, proses penyemaian, hingga pemindahan bibit ke lahan utama.
-
Pemeliharaan Tanaman: Tips dan trik penyiraman, pemupukan berkala, penyiangan rumput, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
-
Analisis Biaya & Modal: Mengupas tuntas kebutuhan modal awal, kalkulasi biaya operasional (bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja), hingga alat dan transportasi.
-
Produktivitas & Hasil Usaha: Menghitung secara nyata potensi omzet, luas lahan, masa panen, harga jual, hingga perkiraan keuntungan bersih.
-
Strategi Pemasaran: Mempelajari cara menjangkau pembeli, menentukan harga kompetitif, sistem penjualan, serta cara mengatasi kendala pasar.
-
Mitigasi Risiko Usaha: Mempersiapkan mental dan strategi dalam menghadapi risiko cuaca, fluktuasi harga, serangan hama, maupun keterbatasan modal.
-
Pengembangan Usaha: Membuka wawasan tentang diversifikasi tanaman, pengolahan hasil panen lanjutan, kerja sama kelompok, hingga perluasan jaringan pasar.
Metode Pembelajaran yang Interaktif
Kegiatan dirancang dinamis agar peserta tidak merasa bosan. Menggunakan prinsip Belajar langsung, berbagi pengalaman, menghitung secara nyata, dan merencanakan penerapan, rangkaian acara dikemas melalui:
-
Kunjungan Lapangan & Panen Raya: Melihat langsung rimbunnya tanaman tomat siap petik di lahan percontohan.
-
Pemaparan Pengalaman & Dialog Interaktif: Sesi tanya jawab mendalam bersama Bapak Adi selaku narasumber.
-
Diskusi Kelompok & Refleksi: Merumuskan langkah-langkah konkret yang bisa segera dieksekusi sepulangnya dari lokasi kegiatan.
Dari Ruang Belajar Menuju Aksi Nyata (Rencana Tindak Lanjut)
KSP CU Pancur Kasih percaya bahwa motivasi terbesar lahir dari tindakan nyata. Di akhir kegiatan, setiap peserta dibekali lembar Rencana Aksi Pribadi. Peserta didorong untuk merancang sendiri komoditas pilihan mereka, menghitung kebutuhan modal, menetapkan target produksi, membidik pangsa pasar, hingga menentukan jadwal mulai usaha. Dokumen rencana aksi ini juga menjadi acuan berharga bagi pengurus CU dalam merancang program pendampingan usaha produktif yang berkelanjutan ke depan.
Melalui kegiatan Panen Raya Tomat ini, KSP CU Pancur Kasih berharap para anggota semakin terinspirasi, memiliki keberanian untuk berinovasi, dan melihat bahwa sektor pertanian modern adalah lumbung kesejahteraan yang nyata.
Mari bertumbuh bersama, menguatkan sesama, dan wujudkan kemandirian ekonomi keluarga bersama KSP CU Pancur Kasih!